Cirebon — Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon melalui program Kuliah Pengabdian Mahasiswa (KPM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang dilaksanakan selama 40 hari tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam kehidupan masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu dan pengalaman akademik yang telah diperoleh di lingkungan perguruan tinggi. Selama berada di Desa Sarajaya, mahasiswa menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengenalan dan pengembangan potensi wisata lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pelaksanaan KPM di Desa Sarajaya dipusatkan di masjid sebagai salah satu upaya untuk menghidupkan dan meramaikan masjid melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi, pembelajaran, pembinaan, dan kegiatan sosial masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berupaya membangun suasana masjid yang lebih aktif dengan menghadirkan berbagai kegiatan positif selama masa pengabdian. Kehadiran mahasiswa di lingkungan masjid diharapkan dapat memberikan warna baru sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan mahasiswa adalah pembiasaan mengaji bagi anak-anak di Desa Sarajaya. Program ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan keagamaan anak-anak sekaligus sebagai sarana untuk menanamkan kebiasaan positif sejak usia dini. Kegiatan mengaji dilakukan dengan pendampingan mahasiswa secara rutin di lingkungan masjid. Anak-anak diberikan kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki kemampuan membaca, serta memperoleh pendampingan dalam memahami nilai-nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan mengaji anak-anak, tetapi juga membangun kedekatan mereka dengan masjid.
Pembiasaan mengaji juga menjadi salah satu strategi untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kegiatan keagamaan. Mahasiswa berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dan antusias mengikuti kegiatan. Interaksi yang terbangun antara mahasiswa dan anak-anak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih akrab. Selain belajar mengaji, kegiatan di masjid juga dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk bersosialisasi, belajar kedisiplinan, dan membangun kebiasaan datang ke masjid. Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan meskipun masa KPM telah selesai.
Selain bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa KPM Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon juga memberikan pendampingan kepada desa dalam bidang wirausaha. Pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Mahasiswa berusaha menggali potensi yang dimiliki masyarakat dan desa untuk kemudian diarahkan agar dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai tambah. Kegiatan pendampingan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan mengenai pentingnya kreativitas, inovasi, pengelolaan usaha, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Dalam perkembangan dunia usaha saat ini, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor yang dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran. Karena itu, mahasiswa turut mendorong masyarakat untuk mulai melihat media digital sebagai sarana yang dapat digunakan dalam memperkenalkan produk maupun potensi usaha yang dimiliki. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengikuti perkembangan zaman sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Pendampingan wirausaha juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam mencari alternatif pengembangan ekonomi yang sesuai dengan potensi lokal.
Program berikutnya yang menjadi perhatian mahasiswa adalah inventarisasi wisata lokal yang berbasis pada digitalisasi. Desa Sarajaya memiliki potensi lokal yang perlu dikenali, didata, dan diperkenalkan secara lebih luas. Melalui kegiatan inventarisasi, mahasiswa berupaya mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat menjadi daya tarik lokal. Data dan informasi yang diperoleh kemudian dapat menjadi bahan awal bagi desa untuk mengembangkan strategi pengenalan potensi wisata melalui media digital. Digitalisasi dinilai penting karena informasi mengenai potensi desa dapat disebarluaskan dengan lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Inventarisasi wisata lokal tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pendataan, tetapi juga sebagai langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya potensi lokal sebagai aset desa. Dengan adanya data yang lebih terorganisasi, pemerintah desa dan masyarakat dapat memiliki gambaran mengenai potensi yang dapat dikembangkan. Pemanfaatan platform digital juga dapat membantu memperkenalkan berbagai potensi tersebut kepada masyarakat di luar Desa Sarajaya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi yang berkaitan dengan sektor wisata dan potensi lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan KPM dilaksanakan selama 40 hari dengan melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai unsur yang berada di lingkungan Desa Sarajaya. Selama menjalankan program, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial dan potensi masyarakat secara langsung. Interaksi yang intensif selama masa pengabdian menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan penyelesaian berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Gama Pratama, M.Pd. Kehadiran dosen pembimbing lapangan menjadi bagian penting dalam memberikan arahan, evaluasi, dan pendampingan kepada mahasiswa selama menjalankan program. Bimbingan tersebut membantu mahasiswa agar setiap kegiatan yang dilakukan tetap berada dalam koridor pengabdian kepada masyarakat dan mampu memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan Desa Sarajaya.
Pemusatan kegiatan KPM di masjid juga memberikan pesan penting bahwa keberadaan masjid dapat dikembangkan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Dengan menghadirkan kegiatan mengaji bagi anak-anak dan berbagai aktivitas positif lainnya, mahasiswa berupaya menjadikan masjid sebagai ruang yang hidup, ramai, dan dekat dengan masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya ramai pada waktu pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya kegiatan pendidikan, pembinaan generasi muda, serta interaksi sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pelaksanaan KPM selama 40 hari di Desa Sarajaya pada akhirnya menjadi proses pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerapkan ilmu di tengah kehidupan masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan kontribusi berupa program pendidikan keagamaan, pendampingan wirausaha, serta inventarisasi potensi wisata berbasis digital. Ketiga bidang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, kemandirian ekonomi, dan pengembangan potensi lokal.
Melalui kegiatan tersebut, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Program KPM di Desa Sarajaya diharapkan tidak berhenti pada selesainya masa pengabdian selama 40 hari, tetapi dapat meninggalkan manfaat dan semangat yang terus berkembang. Pembiasaan mengaji diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat, pendampingan wirausaha dapat menjadi pemantik bagi pengembangan ekonomi lokal, sedangkan inventarisasi wisata berbasis digital dapat menjadi dasar bagi desa dalam memperkenalkan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, kegiatan KPM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Desa Sarajaya sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon.





